pergaulan yang islami menurut islam

July 21, 2011 at 6:48 am Leave a comment

Islam jelas mengajarkan dan mendorong manusia agar melakukan pergaulan dalam rangka
mengenal satu dengan yang lainnya { dalam rangka ta’aruf }, pertanyaannya yang muncul kemudian ialah bagaimana pergaulan yang Islami itu? bagaimana pergaulan mesti dilakukan dengan tidak  melanggar
ajaran Islam, ketika harus bergaul dengan : teman sebaya, dengan sesama jenis,
dengan lain jenis dan dengan orang lain Agama. Untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan itu Islam menunjukkan ketinggian dan keluhuran ajarannya,
karena pada perinsipnya ajaran Islam justru memberi ruang seluas-luasnya pada manusia untuk melakukan pergaulan sesama manusia, meski berbeda Agama, jenis kelamin, warna kulit, adat istiadat, budaya, bahasa, suku bangsa dan lain-lainnya. Akan tetapi pergaulan itu adalah yang dilandasi oleh etika dan
penghargaan terhadap nilai-nilai Agama, adat istiadat dan budaya serta
menghormati harkat dan martabat kemanusiaan. Dengan kata lain pergaulan Islami adalah bentuk intraksi sosial yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan (teoisme), nilai kemanusiaan (Humanisme), nilai persamaan (Egaliterianisme),
nilai perdamaian (koeksistentionisme) dan nilai keadilan (justisisme). Bertolak
dari nilai-nilai tersebut pergaulan Islami karenanya tidak memberikan
kesempatan kepada manusia untuk melakukan pergaulan bebas tanpa batas, meskipun
dengan dalih HAM dan kebebasan. Budaya free love, free sex, kumpul kebo dan
semacamnya yang berakibat timbulnya penyakit Aids yang dialami sebagaian umat
manusia jelas  tidak islami dan bertentangan
dengan ajaran Islam.
             Dalam Al-Qur’an Surah Al
Isra’    Ayat    32
Allah berfirm”an :

” Wala Taqrobuzzina
innahu kana faachisatan wasaa’a sabiila “

Artinya : Dan janganlah
kamu mendekati zina karena sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang kotor
dan jalan yang buruk.

Ayat
ini telah jelas memberi peringatan kepada manusia terlebih orang-orang yang
beriman agar jangan mendekati zina lebih-lebih melakukannya dalam bentuk
pergaulan bebas, dalam bentuk free sex, be sex dan heterosex yang banyak
menimbulkan dampak negatif bagi timbulnya penyakit Aids yang belum ada obatnya.

Ajaran kreatif yang ditunjukkan oleh agama Islam agar manusia selalu berada dalam
koridor  pergaulan Islami ialah dengan
jalan menahan pandangan antara pria dan wanita dan menjaga kemaluannya serta
menutup auratnya. hal itu perlu dilakukan semata-mata untuk menjaga harkat dan
martabat kemanusiaan.

Allah berfirman dalam surah Annur ayat 30-31 yang artinya : ”Katakanlah kepada orang
laki-laki yang beriman : hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara
kemaluannya yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat.  Katakanlah kepada wanita yang beriman
hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak dari padanya dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan
perhiasannya kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami
mereka atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau
saudara-saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara laki-laki mereka atau
putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak memiliki keinginan
terhadap wanita atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan
janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka
sembunyikan dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah hai orang-orang yang
beriman supaya kamu beruntung.”

Masih
dalam kerangka menjaga pergaulan agar sesuai dengan ajaran Islam Rasulullah
Muhammad SAW bersabda:

“La yakhluwanna rojulun
biimroatin illa ma’adzii muhrimin”

Artinya : Jangan
sekali-kali seorang laki-laki berkhalwat dengan wanita kecuali dengan muhrimnya.(Rowahul
Buchari – Muslim)Bertolak
dari ayat-ayat Al Qur’an dan hadist Nabi tersebut dapat dijelaskan bahwa
pergaulan islami adalah pergaulan yang dilandasi oleh ketaatan terhadap
aturan-aturan Allah dan Rasulnya seperti menahan pandangganya apabila bertemu
dengan lain jenis, menutup kemaluan dan menjaga auratnya dan tidak menampakkan
aurat perhiasannya itu kepada publik kecuali kepada komunitas yang diperbolehkan
oleh Allah serta tidak membiarkan diri kepada wanita melakukan bepergian
sendirian tanpa disertai mukrimnya.Hanya
dengan ketaatan dan kesediaan mengikuti aturan-aturan Allah dan Rasulnya maka
pergaulan manusia antar bangsa bukan saja menghasilkan keuntungan dan mengenali
bangsa lainnya. Lebih dari  itu pergaulan
itu juga dapat mengantarkan manusia menjadi hamba Allah dan kholifatullah yang
selamat di Dunia dan sejahtera di akhirat.

Advertisements

Entry filed under: Uncategorized.

Teori terjemahan makna basmalah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


July 2011
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Dede sinta

photo waktu bai

Dede sinta

Recent Posts

Blog Stats

  • 5,575 hits

Top Clicks

  • None

my facebook

BEC


%d bloggers like this: